Cara Tepat Memberi ASI untuk Buah Hati Anda

Air Susu Ibu atau ASI adalah makanan utama dan paling bergizi bagi bayi berumur 0 sampai 24 bulan. ASI ekslusif selama 4 sampai 6 bulan pertama pun dipercaya oleh kalangan medis dapat memberikan gizi yang cukup dan dibutuhkan bagi buah hati kita.

Tapi selayaknya ibu yang baru melahirkan, terkadang kita mengalami kendala dalam memberikan ASI bagi si kecil tersayang. Air susu tidak keluar, puting nyeri dan lecet ketika memberi ASI adalah beberapa problem yang paling sering terjadi. Di bawah ini adalah beberapa tips agar bunda dapat lancar memberikan si kecil makanan terbaik bagi pertumbuhannya.

  1. Pastikan seluruh area areola (lingkarang hitam di sekitar puting) masuk ke mulut bayi kita agar daya hisap saat menyusu dapat maksimal. Usahakan agar mulut bayi terbuka lebar serta bibir atas dan bawah tergulung keluar. Untuk membantu, bunda dapat menyusupkan jari bunda diantara gusi dan payudara untuk mempermudah sang bayi menyusu. Angkat bibir agar tergulung keluar dan sang bayi nyaman ketika menyusu.
  2. Usahakan untuk memberi ASI dari kedua payudara bunda dalam sekali menyusu agar kebutuhan gizi bayi tercukupi dan produksi ASI dari kedua payudara bunda lancar.
  3. Basuh daerah areola dan puting dengan ASI sebelum dan sesudah menyusui untukmencegah kekeringan di sekitar puting.
  4. Nyeri dan lecet pada puting biasanya terjadi pada beberapa hari pertama menyusui. Salah satu sebabnya adalah cara menyusui yang tidak benar. Konsultasikan ke dokter bilamana lecet dan nyeri berlanjut. Bila lecet biasanya dokter akan memberi salep khusus yang aman bagi ibu menyusui.
  5. Cukup tidur agar bunda terhindar dari kelelahan. Nasihat dokter biasanya adalah bunda sebaiknya ikut tidur ketika sang bayi juga tertidur walaupun di 3 bulan pertama biasanya bayi masih belum dapat tidur di jam – jam normal waktu tidur.
  6. Karena sedang menyusui asupan makanan pun harus bunda perhatikan. Karena kualitas asupan gizi yang bunda makan akan berpengaruh pada kualitas dan kuantitas ASI bunda. Perbanyak asupan cairan untuk menjaga kuantitas ASI bunda. Jus sayur dan buah, susu kedelai, air sari kacang hijau tidak hanya membantu tapi juga memberi tambahan kualitas nutrisi bagi ASI bunda.
  7. Bila sakit, sebaiknya bunda berkonsultasi ke dokter sebelum mengkonsumsi obat – obatan karena obat-obatan akan berpengaruh pada kandungan ASI bunda.
  8. Perhatikan frekuensi menyusui sang bayi. Biasanya bayi menyusu setiap 2 sampai 3 jam dan menghabiskan kurang lebih 6 sampai 8 popok sehari.
  9. Memberi ASI di malam hari tidak merusak gigi bayi asal tidak dicampur dengan makanan manis, bunda bisa memberi bayi bunda dengan air putih sesudah menyusui.
  10. Bila ASI berhenti, bunda jangan panik dulu karena stres pun dapat memicu berhentinya produksi ASI bunda. Coba relax dan tenangkan pikiran serta perbanyak asupan cairan dan makanan bergizi. Perbanyak asupan sayur dan buah dalam bentuk makanan maupun jus segar. Susui bayi bunda sesering mungkin untuk memancing produksi ASI bunda kembali lancar.

Semoga tips di atas dapat membantu bunda memberikan yang terbaik untuk buah hati bunda,ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Caresland powered by WordPress
-->