Makanan Pelancar ASI

Harapan hampir semua ibu menyusui saat ini adalah bisa memberikan ASI, setidaknya 6 bulan pertama yang biasa di sebut ASI Ekslusif. Tapi dalam prakteknya ternyata tidak mudah, selalu ada hambatan dan yang paling sering terungkap adalah  “ASI saya sedikit, jadi tidak mencukupi kebutuhan si kecil atau ASI saya gak mau keluar, padahal sudah makan segala macam makanan yang disarankan orangtua, ada lagi alasan bahwa kalau harus menyusui berarti makanan yang dikonsumsi harus 2 porsi akibatnya takut menjadi overweight sehingga memilih lebih baik tidak menyusui.

Ternyata, yang harus di perbaiki adalah niat kita. Selama kita berniat untuk memberikan ASI karena hanya itu yang terbaik bagi bayi kita, setidaknya 6 bulan pertama usianya maka segala upaya pasti akan kita lakukan.

Mulai dari mencoba berbagai makanan yang memiliki mitos dapat memperbanyak ASI sampai mengkonsumsi obat-obatan dan melakukan pemijatan di area payudara. Tujuannya hampir sama yaitu agar produksi ASI menjadi “GAIN” bahkan surplus….  🙂

Perbaikilah pola makan. Pentingkan kualitas makanan yang kita konsumsi, yang bisa menambah volume ASI, bukan memperbanyak atau mendoblekan porsi makan kita dengan harapan ASI juga akan bertambah…belum tentu seperti itu analoginya.

Dibawah ini ada beberapa jenis makanan yang di yakini bisa menambah volume ASI. Memang ada yang pahit, manis, gurih dan segar. Cara mengolah sesuaikan dengan kesukaan, apakah akan di sayur bening, di tumis atau di rebus begitu saja. Sesuaikan dengan selera ibu.

1.Bunga Pepaya

Kaya vitamin A dan vitamin C. Bunga yang berwarna kuning pucat ini juga mengandung kalsium dan fosfor.
Baik untuk mempercepat proses pencernaan protein karena adanya enzim papain, yang tidak hanya terdapat di bagian bunga, tapi juga di buah dan daunnya.
Enzim itu berguna untuk memecah protein yang Anda makan, apalagi saat menyusui dibutuhkan protein sekitar dua kali lipat dibanding kebutuhan normal. Bunga papaya juga bisa merangsang nafsu makan.
Enaknya ditumis, direbus atau disiram air mendidih untuk lalap.

2.Pare

Kaya vitamin C, anti oksidan yang berguna untuk melindungi sel dari kerusakan, meningkatkan kesehatan tulang, gigi, gusi dan pembuluh darah, serta meningkatkan penyerapan zat besi. Kandungan senyawa fitokimia lutein dan likopennya juga berkhasita untuk merangsang produksi insulin.
Baik untuk ibu menyusui yang menderita diabetes mellitus karena dapat menurunkan kadar gula dalam darah. Pare juga dikenal sebagai antikanker, antibiotik antivirus, dan pembasmi cacing usus.
Enaknya ditumis, karena bisa menyamarkan rasa pahitnya.

3. Edamame/Kedelai

Kaya protein. Edamame atau kedelai Jepang ini memang sumbernya protein nabati. Edamame juga mengandung vitamin K, mangan, asan folat, vitamin C, riboflavin, zat besi, magnesium, fosfor, dan kalium.
Baik untuk memenuhi kebutuhan protein harian ibu menyusui yang mencapai 65 gr. Bila Anda sedang bosan makan ikan, unggas atau daging sebagai sumber protein, coba saja edamame. Kekurangan protein bisa membuat produksi air susu berkurang, bahkan cadangan protein dalam tubuh akan ikut berkurang.
Enaknya jadi camilan setelah direbus, atau sebagai bahan campuran telur dadar

4. Daun Katuk

Kaya protein, kalium, fosfor, zat besi, vitamin A, B1 dan vitamin C. katuk juga mengandung alkaloid dan sterol yang mempengaruhi produksi ASI. Dalam 100 gr daun katuk juga terkandung 239 mg vitamin C, sudah jauh lebih cukup untuk memenuhi kebutuhan ibu menyusui, yakni 95 mg. tak perlu khawatir kelebihan vitamin C karena ambang batas toleransinya adalah 2000 mg/hari. Hanya dengan melahap sayur daun katuk, Anda tak perlu lagi minum suplemen vitamin C.
Baik untuk memperlancar ASI karena mengandung asam seskuiterna. Penelitian Sa’roni, Tonny Sadjimin, Mochammad Sja’bani dan Zulaela di Slmena, Yogyakarta (2004) menunjukkan bahwa setelh mengonsumsi daun katuk, volume ASI bisa meningkat hingga 50%.

5. Kacang Hijau

Kaya protein, tiamin (vitamin B1), zat besi, magnesium, fosfor, kalium dan mangan. Kacang hijau juga sumber asam folat tapi rendah kandungan natrium, lemak jenuh dan sama sekali tidak mengandung kolesterol.
Baik untuk sumber protein nabati. Tiamin atau vitamin B1 mengubah karbohidarat menjadi energi karena ibu menyusui butuh energi lebih besar dibanding saat hamil. Bila kekurangan tiamin Anda jadi mudah tersinggung, sulit konsentrasi dan kurang bersemangat. Mood yang baik akan memicu hormon oksitosin untuk mengeluarkan ASI.
Enaknya dibuat jus, minum bersama kacangnya untuk mendapat nutrisi yang lebih banyak.

Sebenarnya masih banyak lagi jenis makanan yang bila di konsumsi dengan benar akan dapat meningkatkan produksi ASI, seperti keju, semangka, bayam merah,labu siam, dll.

Tetapi sekali lagi hilangkan mitos bahwa bila sedang menyusui maka harus makan 2x lipat dari porsi standar. Karena dengan pemilihan jenis makanan yang benar, yang bisa melancarkan ASI maka tanpa dietpun berat badan akan kembali normal.

Anak adalah titipanNya. Berikan yang terbaik pada anak.

Semangat ASI ekslusif

Sumber   :  Pengalaman pribadi & Majalah AyahBunda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Caresland powered by WordPress
-->