Menyiasati ASI Bagi Ibu Bekerja

ASI sangat penting bagi bayi. Dengan segala kelebihannya, ASI mengandung semua nutrisi penting yang diperlukan bayi bagi tumbuh kembangnya. Selain itu, ASI juga mengandung antibodi yang dapat membantu bayi membangun kekebalan tubuh dalam masa pertumbuhannya. Begitu pentingnya manfaat ASI, para ahli menyarankan agar ibu menyusui bayinya selama minimal 6 bulan sejak kelahirannya, atau disebut juga pemberian ASI eksklusif.

Pemberian ASI secara eksklusif ini sering menjadi kendala bagi ibu bekerja. Oleh karena itu, diperlukan pengetahuan dan pemberian ASI yang benar agar ibu bekerja juga bisa memberikan ASI eksklusif kepada bayinya. Berikut ini adalah tips menyiasati pemberian ASI eksklusif bagi ibu bekerja.

  • Ibu harus belajar memerah ASI segera setelah bayi lahir. Sediakan waktui yang cukup dan tenang agar ibu dapat dengan santai mengeluarkan ASI.
  • Gunakan waktu selama cuti melahirkan untuk memberikan ASI secara eksklusif dan sesering mungkin. Seminggu sebelum masa cuti melahirkan berakhir, latih pemberian ASI melalui cangkir atau sendok. Usahakan untuk tidak melatih pemberian ASI dengan menggunakan botol susu.
  • Bila memungkinkan, bayi dapat dibawa ke tempat ibu bekerja. Hal ini dapat dilakukan bila di tempat bekerja tersedia sarana penitipan bayi atau pojok laktasi.
  • Bila tempat bekerja dekat dengan rumah, ibu dapat pulang untuk menyusui bayinya pada waktu istirahat atau meminta bantuan seseorang untuk membawa bayinya ke tempat kerja pada saat jam istirahat.
  • Bila tidak memungkinkan untuk membawa bayi ke tempat bekerja, ibu dapat memerah ASI dan menyimpannya di lemari es atau di dalam termos yang diisi dengan batangan es.
  • ASI diperah sebanyak mungkin dan ditampung dalam cangkir atau gelas bersih yang ditutup dengan kain bersih. Tinggalkan sekitar 1/2 cangkir penuh (100 ml) untuk sekali minum atau disesuaikan dengan kebutuhan bayi saat ibu sedang bekerja.
  • ASI jangan dimasak atau dipanaskan, karena panas akan merusak bahan-bahan anti infeksi yang terkandung dalam ASI.
  • Di tempat bekerja, ibu dapat memerah ASI tiap 3 jam sebanyak 2 – 3 kali. Simpan ASI di lemari es dan bawa pulang dengan termos es saat ibu selesai bekerja. Pengeluaran ASI ini dapat membuat ibu merasa nyaman dan mengurangi jumlah ASI yang menetes.
  • Saat di rumah, sebaiknya ibu menyusui bayi secara langsung karena penghisapan oleh bayi lebih baik daripada pengeluaran ASI dengan cara diperah. Kegiatan menyusui ini dapat dilakukan di malam hari, pagi hari sebelum berangkat, dan waktu luang ibu. Hal ini akan membantu produksi ASI tetap tinggi.

Nah, dengan bekerja di luar rumah, bukan berarti ibu bekerja tidak dapat memberikan ASI eksklusif kan? Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Caresland powered by WordPress
-->